Minggu, 12 Oktober 2014

Kalimaya

Indonesia mengenal Opal dengan nama Kalimaya, penghasil opal terbesar adalah Australia, Penghasil opal Indonesia adalah Provinsi Banten. Opal (SiO2H2O) adalah bentuk amorphous dari silikat kwarsa dalam golongan mineraloid, dan bukan batu mineral. Dari Berat totalnya, sebesar 3% hingga 21% adalah air, tetapi umumnya hanya antara 6% hingga 10%. Opal terbentuk pada suhu yang relatif rendah dan ada di retakan setiap jenis batuan, secara umum ditemukan bersamaan dengan limonit, batu pasir, riolit, marl dan basal. 97% pasokan opal dunia berasal dari Australia yang merupakan batu nasionalnya.

Struktur dalam opal membuatnya mampu menyebarkan cahaya; tergantung kondisi tempat batu ini terbentuk yang membuatnya dapat memunculkan berbagai warna. Warna opal bervariasi mulai dari jernih (bening) sampai putih, abu-abu, merah, jingga, kuning, hijau, biru, magenta, mawar, slat, zaitun, cokelat, dan hitam. Dari warna-warna tersebut, merah dan hitam adalah yang paling langka, sementara putih dan hijau sangat umum. Opal juga bervariasi dalam kepadatan optiknya mulai dari opaque (tidak tembus cahaya) hingga semi-transparan. Untuk digunakan sebagai batu permata (perhiasan), warna alaminya sering digunakan dengan meletakkan lapisan opal tipis pada batu gelap seperti basal.

Di pasaran batu mulia Opal atau Kalimaya dikenal berbagai jenis opal:

  1. Gem Opal, jenis opal ini merupakan jenis yang paling berharga karena mampu menampilkan sifat ‘opalescence‘ dengan sangat baik, yaitu mampu menampilkan spektrum warna yang berbeda saat dilihat dari sudut yang berbeda (iridescence), jenis opal inilah yang paling banyak dikenal orang, dan terdapat 3 macam:

    -  Opal putih (white opal), bersifat opaque atau tidak tembus cahaya, warnanya seperti berkedip atau bintik-bintik.

    - Opal hitam (black opal), berwarna seperti api dengan warna dasar hitam, keberadaannya jarang dan cenderung mahal, jenis ini merupakan opal yang berkualitas tinggi, baik sekali sebagai investasi.

    - Materi organis yang mengandung opal (opalized organic material), bahan ini bisa mengandung kayu, batang tumbuhan, tulang, atau kerang yang telah menjadi fosil yang disebabkan oleh berbagai kondisi alam yang sangat jarang terjadi jutaan tahun yang lalu.
  2. Crystal Opal, bersifat transparan dengan berbagai kilapan warna, nilainya tinggi dikarenakan warnanya yang indah dan lapisan setiap warnanya dapat dilihat jelas secara langsung.
  3. Boulder Opal, jenis opal yang agak lain karena bidangnya/tempatnya pada matriks batuan besi (batuan sedimen/endapan yang banyak mengandung unsur besi) sehingga bidang inilah yang menjadi warna dasar alami untuk menampilkan warna apinya (fire), opal jenis ini sering dibelah sepanjang urat opalnya dan sering digunakan atau dijadikan anting-anting.
  4. Fire Opal, sifatnya bisa transparan atau translucent didominasi warna oranye atau merah, sesuai dengan warnanya yang kemerahan dan memiliki karakteristik ‘opalescent‘, tidak dapat disamakan antara istilah ‘fire‘ dengan ‘iridescence‘ dimana yang terakhir ini sering digunakan pada jenis gem opal dengan istilah ‘fire‘ juga. Perlu diketahui semua jenis ‘fire opal’ yang ada didunia umumnya dihasilkan dari pertambangan di Meksiko.
  5. Common Opal, opal secara umum dan bersifat agak opaque dengan warna yang tidak begitu istimewa, banyak sekali nama untuk jenis opal ini, mis. honey opal (kalimaya madu), milk opal (kalimaya susu), moss opal (kalimaya lumut), dan beberapa opal tertentu.
Kita harus berhati-hati dalam memilih Opal (Kalimaya) sebab sudah dikenal terdapat Gilsonatau Gibson’s Opal yaitu Kalimaya sintetis hasil rekayasa laboratorium bahkan rough-(bahan mentah)-nya juga telah diciptakan, untuk itu mari kita kenali beberapa istilah dalam dunia Opal ini:

SOLID
Opal padat (solid) merupakan hasil tambang dalam bumi (natural), yang hanya diproses dengan cara dipotong dan dipoles tanpa tambahan apapun dan ini jelas bentuk yang paling berharga dari opal, harganya pun mampu menembus $10.000 per karat.

TRIPLET
Opal berlapis tiga yang terdiri dari sepotong sangat tipis kristal opal asli (natural) dengan menambahkan lapisan dasar kaca hitam kaca yang disebut dengan potch atau menambahkan bahan batu mulia lain seperti turmalin dan bagian atasnya ditutup dengan kristal alami berwarna bening (colorless), seperti terlihat dari namanya triplet berarti berisi 3 lapisan.

DOUBLET
Opal Doublet ialah bagian tipis kristal opal natural, disatukan dengan lapisan dasar dari bahan kaca atau turmalin sebagai penopangnya, tetapi tanpa lapisan lain di bagian atasnya, doublet hanya terdiri dari dua lapisan.
Baik opal triplet maupun doublet dikategorikan ke dalam treated opal artinya opal yang diolah sedemikian rupa untuk ‘menyamarkan’ (memperindah) tampilan, yang sebelumnya mungkin kurang memiliki kualitas yang baik.

SINTETIS
Opal sintetis diproduksi di laboratorium dan memiliki struktur mirip dengan opal alam yang berharga. Pengamatan berikut dapat dilakukan untuk membedakan antara opal alami dan sintetis. Batu sintetis menunjukkan warna cerah, dan patch warna lebih besar daripada di opal alami. Dalam opal sintetis, batas butir warna sangat teratur. Opal sintetis memiliki pola khas seperti kulit ular. Bahan sintetis menunjukkan array lebih teratur warna karena pola rumit dari opal alami tidak dapat diduplikasi.

KESIMPULAN
Doublet, Triplet dan opal sintetis dapat memiliki tampilan seperti opal (Kalimaya) berkualitas tinggi bagi mata yang tak terlatih tetapi jika dilihat nilainya sangat rendah. Pahami terlebih dahulu apa yang akan anda beli.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar